Rabu, 05 Oktober 2016

artikel karya siswi XII IPS 2 SMANTA

Welcome back teman-teman. kali ini admin SMART akan update tentang kegiatan PIS di SMANTA. kalau ada yang belum tau, PIS itu singkatan dari Pekan Ilmiah Siswa. acara rutin jeda MID di SMANTA, kegiatan PIS ini diisi dengn berbaia lomba, seperti lomba tata upacara, rangking satu, Mading, dan lomba cipta Artikel.
ngomng-ngomong tentang lomba artikel, Insya Allah nanti artikel yang telah dikirim ke emailnya admin akan di publikasikan di SMART NEWS, baik itu yang menang ataupun yang tidak* yey!
tapi, berhubung penilaian oleh juri belum selesai, maka untuk kali ini admin akan update salah satu artikel, dan artikel ini adalah artikel yang paling pertama di kirim. artikel nomor wahid, karnya Dethy Safitri dari kelas XII IPS 2


                MORALITY EDUCATION
                                                                                            
                                                               OLEH: Dety Safitry (XII.IPS.2)

Berbicara tentang pendidikan saya berfikir akan membahas sedikit masalah tentang pendidikan moral, saat ini banyak dari kita sangat mengagung-agungkan pendidikan formal dan nonformal sehingga mereka lupa bahwa pendidikan moral juga jauh lebih penting dan merupakan pondasi dasarnya suatu pendidikan. Jika kita terus menerus mengembangkan dan mengupgrade pendidikan formal maka secara tidak langsung kita akan melupakan pendidikan moral yang semestinya juga harus seimbang, apabila kita acuh terhadap pendidikan moral maka tentunya kita akan merusak moral bangsa kita,  sebagai generasi muda penerus bangsa tidakkah kita malu jika moral bangsa kita hancur jika moral bangsa sudah hancur maka hancur pulalah negara itu.  Banyak hal saat ini yang membuktikan bahwa negara kita Indonesia saat ini berada di ambang kehancuran seperti contoh kurangnya rasa hormat para generasi muda terhadap yang lebih tua, pergaulan bebas, pembegalan yang mengakibatkan korban jiwa dan masih banyak hal lainnya.
                Untuk menjadi generasi yang cerdas, berpendidikan, dan tentunya memiliki wawasan luas tidak cukup hanya dengan berusaha mengembangkan IQ tetapi juga membutuhkan akhlak dan kepribadian yang sesuai untuk mencapai semua itu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang berakhlak, di dalam salah satu buku karya Michael heart yang berjudul “The one hundred rangking of the most influenting person in history” yang pernah saya baca ia menempatkan beberapa tokoh berpengaruh di dunia seperti Adolh hitler pencetus gerakan Nazi jerman, Mahatma ganndi satya graha India, dan julius caesar pencetus Vinividhivichi dan tokoh-tokoh besar lainnya dan ternyata dari sederetan tokoh-tokoh besar tersebut Michael heart menempatkan Rasulullah sebagai urutan pertama tokoh paling bersejarah. Mengapa demikian? Karna kepribadian cerdas dan berakhlak Rasulullah mampu menggoncangkan peradaban dunia, ia tak bisa membaca dan menulis tetapi dengan akhlak dan kepribadian luhur ia mampu menjadi yang terbaik.
                Jadi, sudah jelas lah bahwa di samping pendidikan formal dan nonformal pendidikan moral juga sangat jauh lebih penting. Jika pendidikan moral sudah selaras dengan pendidikan formal maka tanpa diragukan lagi kita akan mampu menjadi generasi yang membanggakan bagi bangsa kita yang tercinta ini,  dengan mengembangkan pendidikan moral sudah pasti akan banyak hal positif yang bisa kita aplikasikan dalam keseharian kita seperti halnya kita mampu menjadi tauladan yang baik dilingkungan sekitar bahkan di negara kita,  generasi yang mempunyai pendidikan moral tentu bisa dipandang dari segi tutur katanya yang halus dan sopan, menjaga setiap tingkah laku sesuai dengan norma dan agama, tidak mudah terpengaruh oleh dampak negative arus modernisasi dan masih banyak hal positif lain yang bisa di capai apabila pendidikan yang satu ini terus kita kembangkan.
                Bagaimana menurut para sahabat??? Apakah masih ada keraguan di dalam diri kita untuk tidak mengupgrade pendidikan moral dan hanya mementingkan pendidikan formal. Teruslah memperbaiki diri dan ingat jangan pernah puas terhadap ilmu apa saja yang anda dapatkan . sahabat, baik tidaknya moral kita tergantung dari cara kita berusaha untuk memperbaiki diri.
                                                SALAM PERSAHABATAN



Tidak ada komentar:

Posting Komentar