ngomng-ngomong tentang lomba artikel, Insya Allah nanti artikel yang telah dikirim ke emailnya admin akan di publikasikan di SMART NEWS, baik itu yang menang ataupun yang tidak* yey!
tapi, berhubung penilaian oleh juri belum selesai, maka untuk kali ini admin akan update salah satu artikel, dan artikel ini adalah artikel yang paling pertama di kirim. artikel nomor wahid, karnya Dethy Safitri dari kelas XII IPS 2
MORALITY EDUCATION
OLEH: Dety Safitry (XII.IPS.2)
Berbicara tentang pendidikan saya
berfikir akan membahas sedikit masalah tentang pendidikan moral, saat ini
banyak dari kita sangat mengagung-agungkan pendidikan formal dan nonformal
sehingga mereka lupa bahwa pendidikan moral juga jauh lebih penting dan
merupakan pondasi dasarnya suatu pendidikan. Jika kita terus menerus
mengembangkan dan mengupgrade pendidikan formal maka secara tidak langsung kita
akan melupakan pendidikan moral yang semestinya juga harus seimbang, apabila
kita acuh terhadap pendidikan moral maka tentunya kita akan merusak moral
bangsa kita, sebagai generasi muda
penerus bangsa tidakkah kita malu jika moral bangsa kita hancur jika moral
bangsa sudah hancur maka hancur pulalah negara itu. Banyak hal saat ini yang membuktikan bahwa
negara kita Indonesia saat ini berada di ambang kehancuran seperti contoh
kurangnya rasa hormat para generasi muda terhadap yang lebih tua, pergaulan
bebas, pembegalan yang mengakibatkan korban jiwa dan masih banyak hal lainnya.
Untuk
menjadi generasi yang cerdas, berpendidikan, dan tentunya memiliki wawasan luas
tidak cukup hanya dengan berusaha mengembangkan IQ tetapi juga membutuhkan
akhlak dan kepribadian yang sesuai untuk mencapai semua itu. Bangsa yang besar
adalah bangsa yang berakhlak, di dalam salah satu buku karya Michael heart yang
berjudul “The one hundred rangking of the most influenting person in history”
yang pernah saya baca ia menempatkan beberapa tokoh berpengaruh di dunia
seperti Adolh hitler pencetus gerakan Nazi jerman, Mahatma ganndi satya graha
India, dan julius caesar pencetus Vinividhivichi dan tokoh-tokoh besar lainnya
dan ternyata dari sederetan tokoh-tokoh besar tersebut Michael heart
menempatkan Rasulullah sebagai urutan pertama tokoh paling bersejarah. Mengapa
demikian? Karna kepribadian cerdas dan berakhlak Rasulullah mampu
menggoncangkan peradaban dunia, ia tak bisa membaca dan menulis tetapi dengan
akhlak dan kepribadian luhur ia mampu menjadi yang terbaik.
Jadi,
sudah jelas lah bahwa di samping pendidikan formal dan nonformal pendidikan
moral juga sangat jauh lebih penting. Jika pendidikan moral sudah selaras
dengan pendidikan formal maka tanpa diragukan lagi kita akan mampu menjadi
generasi yang membanggakan bagi bangsa kita yang tercinta ini, dengan mengembangkan pendidikan moral sudah
pasti akan banyak hal positif yang bisa kita aplikasikan dalam keseharian kita
seperti halnya kita mampu menjadi tauladan yang baik dilingkungan sekitar
bahkan di negara kita, generasi yang
mempunyai pendidikan moral tentu bisa dipandang dari segi tutur katanya yang
halus dan sopan, menjaga setiap tingkah laku sesuai dengan norma dan agama,
tidak mudah terpengaruh oleh dampak negative arus modernisasi dan masih banyak
hal positif lain yang bisa di capai apabila pendidikan yang satu ini terus kita
kembangkan.
Bagaimana
menurut para sahabat??? Apakah masih ada keraguan di dalam diri kita untuk
tidak mengupgrade pendidikan moral dan hanya mementingkan pendidikan formal.
Teruslah memperbaiki diri dan ingat jangan pernah puas terhadap ilmu apa saja
yang anda dapatkan . sahabat, baik tidaknya moral kita tergantung dari cara
kita berusaha untuk memperbaiki diri.
SALAM PERSAHABATAN